BANK SAMPAH GUNUNG EMAS : DARI 3 X 1 METER PERSEGI, JADI 100 METER PERSEGI

Bank Sampah Gunung Emas yang dulunya bernama Bank Sampah Kerabat Pulo Kambing tersebut awalnya berlokasi di Kampung Pulo Kambing RT 08 RW 02 Kelurahan Jatinegara Kecamatan Cakung Jakarta Timur. Digawangi oleh 6 orang Srikandi yang pada saat itu ada Ibu Vera sebagai inisiator, Ibu Partinem, Ibu Sri, Ibu Yayah, Ibu Iin dan Ibu Mutia. Dilokasi tanah tidur depan rumah orang tua Ibu Vera dengan luasan ruang bank sampah 3x1 meter persegi saja. Dan itulah asal muasal nama Bank Sampah Kerabat Pulo Kambing terbentuk, dengan harapan warga Kampung Pulo Kambing memiliki kekerabatan dan aware dengan pengelolaan sampah rumah tangga di bank sampah.

BANK SAMPAH GUNUNG EMAS

FEM

2/17/20242 min baca

Bank Sampah Gunung Emas yang dulunya bernama Bank Sampah Kerabat Pulo Kambing tersebut awalnya berlokasi di Kampung Pulo Kambing RT 08 RW 02 Kelurahan Jatinegara Kecamatan Cakung Jakarta Timur. Digawangi oleh 6 orang Srikandi yang pada saat itu ada Ibu Vera sebagai inisiator, Ibu Partinem, Ibu Sri, Ibu Yayah, Ibu Iin dan Ibu Mutia. Dilokasi tanah tidur depan rumah orang tua Ibu Vera dengan luasan ruang bank sampah 3x1 meter persegi saja. Dan itulah asal muasal nama Bank Sampah Kerabat Pulo Kambing terbentuk, dengan harapan warga Kampung Pulo Kambing memiliki kekerabatan dan aware dengan pengelolaan sampah rumah tangga di bank sampah.

Jika dibandingkan dengan bank sampah pada umumnya, Bank Sampah Gunung Emas saat itu, memiliki pengurus termuda, karena pada umumnya bank sampah digawangi dan dikelola oleh sepuh atau pensiunan untuk mengisi waktu kosong saja. Ya, Bank Sampah Gunung Emas ini termasuk Bank Sampah yang berbeda, karena pengelolanya adalah ibu-ibu yang berada di wilayah sekitar yang masih masuk pada usia produktif 25-40 tahunan.

Gerakan Bank Sampah Gunung Emas, pada 1-2 tahun pertama berada pada fase adaptasi dan pengenalan, bukan hanya pada sisi SDM dan literasi kepada warga sekitar saja, namun pada unsur pengembangan pengelolaan sampah organic dan anorganik. Mulai dari SDM (sumber daya manusia) yang seiring waktu bertambah dan berganti; pencarian dan seleksi take over sampah; mempelajari composting dengan tong komposter, Felita (Fermentasi Limbah Organik Rumah Tangga), Magoot, Biopori; Pencarian Perusahaan yang bersedia membina program-program; membangun awareness Masyarakat dengan membuat program-program; membuat kreasi guna ulang ; pelatihan-pelatihan dan sebagainya.

Pada 2015, Bank Sampah Gunung Emas yang pada saat itu sudah memiliki benih-benih kegiatan pengelolaan sampah organic dan anorganik, penghijauan, guna ulang, akhirnya memiliki ‘Bapak Asuh’ CSR PT. Antam UBPP Logam Mulia dengan masa pembinaan 3 tahun (2015 – 2018) , sepertinya CSR ini melihat potensi bahwa kami akan menjadi kegiatan yang sustain dan berkembang.

Kegiatan Bank Sampah Gunung Emas pun berlanjut seperti biasanya, dengan kegiatan pemilahan, sosialisasi, perluasan, program-program dan sebagainya. Bank Sampah Gunung Emas pun berniat untuk menyewa 1 lokasi yang lebih besar dan proporsional untuk kegiatan yang semakin besar dan kompleks. Dari hasil pendataan wilayah karena juga tergabung pada POSDAYA, Bank Sampah Gunung Emas pun bertemu dengan salah seorang pengusaha yang memiliki rumah di Kampung Pulo Kambing. Lois Jeans, melalui Yayasan Baitul Halim, Alih-alih menyewakan rumah, pengusaha tersebut meminjamkan rumahnya untuk dipergunakan oleh Bank Sampah Gunung Emas. 2016 pun kami memiliki kantor yang luasnya 500 meter persegi, 300 meter persegi untuk bangunan, 200 meter persegi untuk area terbuka, sekitar 100 meter di lantai 2 bangunan, diisi dengan kebun hidroponik.

(lanjut ke artikel berikutnya >>>>  )

BANK SAMPAH GUNUNG EMAS : DARI 3 X 1 METER PERSEGI, JADI 100 METER PERSEGI.

Jakarta – Bank Sampah Gunung Emas yang berlokasi di Jl. Kamboja III No. 9A RT 09 RW 11, Kelurahan Rawamangun, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, merupakan Bank Sampah yang sudah bergiat sejak 2 Maret 2014, yang awalnya bernama Bank Sampah Kerabat Pulo Kambing.